Home » Uncategorized » Sejarah dan Proses Pembuatan Sarung Samarinda
Tuesday, November 12th 2013. Posted in Uncategorized

Sarung Samarinda

Samarinda merupakan ibukota propinsi Kalimantan Timur. Selain menjadi ibukota propinsi, Samarinda juga menyimpan banyak potensi wisata dan budaya yang belum banyak diketahui. Salah satu potensi yang dimiliki oleh Samarinda adalah di sektor wisata kerajinannya, tepatnya di daerah Samarinda Seberang yakni Kampung Tenun Sarung Samarinda.

Sarung Samarinda

Sarung tenun Samarinda adalah salah satu kerajinan tangan khas di Samarinda. Sarung tersebut merupakan jenis kain tenun tradisional. Sarung ini dibuat dengan cara ditenun menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) yang disebut dengan Gedokan sehingga proses pembuatannya masih tradisional atau manual. Dengan proses tradisional yang masih diterapkan untuk membuat sarung ini tentu membuat proses pembuatan sarung memakan waktu yang lama. Untuk menghasilkan satu buah sarung memerlukan waktu sampai berminggu – minggu. Oleh sebab itu, tidak heran jika harga kain tenun khas Samarinda ini mencapai ratusan ribu rupiah per meternya.

Daerah sentral pengrajin kain sarung Samarinda berada di Gang Pertenunan Rt 02 Kelurahan Mesjid, Samarinda Seberang. Daerah pusat kerajinan ini pada bulan Maret tahun 2012 lalu dicangkan sebagai contoh Kampung Pengrajin dan dijadikan sebagai tujuan wisata nasional. Di pusat sarung tenun ini, para pengunjung bisa berwisata budaya dengan melihat langsung bagaimana pembuatan kain sarung tenun Samarinda. Selain melihat proses pembuatan sarung, tentu saja wisatawan juga bisa sekaligus membeli sarung di sini untuk oleh – oleh. Pengrajin kain tenun Samarinda saat ini semakin sedikit. Ini disebabkan karena banyak generasi muda yang enggan untuk belajar membuat tenun.

Sarung Tenun Samarinda

Sejarah Sarung Tenun Samarinda

Pada mulanya, kerajinan Sarung Samarinda dibawa oleh orang – orang Bugis dari Sulawesi. Orang – orang Bugis ini menetap di pesisir sungai Mahakam yang saat ini menjadi daerah Samarinda Seberang. Kebanyakan para pengrajin sarung tenun sudah tinggal selama 30 tahun atau lebih di kawasan ini dan meneruskan usaha sarung tenun ini secara turun termurun sebagai usaha keluarga.

Proses Pembuatan Sarung Samarinda

Bahan baku sarung tenun adalah benang sutra yang langsung didatangkan dari Cina. Benang sutra ini diolah terlebih dulu supaya kuat. Benang harus direndam selama 3 x 24 jam di dalam air. Setelah itu, benang dimasak dalam air mendidih yang sudah dicampur dengan pewarna selama 2 jam. Selanjutnya benang dicuci sampai bersih kemudian diberi kanji. Setelah diperas, benang dijemur sampai kering dan siap dipintal menjadi benang tenun.

Ribuan benang pintalan selanjutnya dilingkarkan dan dimasukkan satu per satu ke dalam sebuah alat yang terbuat dari kayu. Alat ini disebut dengan are dan sisir. Pemasangan benang sendiri bisa memakan waktu sekitar 2 jam. Sementara itu proses penenunan menjadi sebuah sarung tenun memerlukan waktu sekitar 2 atau 3 hari. Proses paling lama untuk membuat Sarung Samarinda ini adalah 2 minggu. Hal ini tergantung dari motif yang diinginkan.

Produk terbaru